Melihat Allah Ta’ala
Keywords:
Ru’yatullah, Ahlussunah, dan Mu’tazilahAbstract
Artikel ini membahas tentang melihat Allah Ta’ala. Ru’yah atau an-Nazar bil aini au bil-qalbi (melihat dengan mata atau dengan hati). Ru’yatullah berarti melihat Allah dengan penglihatan mata atau penglihatan hati. Apakah Allah bisa dilihat? bisakah itu terjadi? dan di manakah Allah Ta’ala bisa dilihat? Semua ini merupakan perbincangan antara Ahlussunnah dan Mu’tazilah. Hasil dari pembahasan ini adalah bahwa Allah Ta’ala tidak bisa dilihat, tidak pernah dilihat dengan mata kepala baik oleh nabi Musa maupun Rasulullah di dunia. Allah Ta’ala hanya bisa dilihat di dunia dengan pandangan hati atau lewat mimpi sesuai dengan kapasitas keimanan dan keyakinannya kepada Allah Ta’ala. Adapun pada hari kiamat Allah akan dilihat oleh seluruh mahluk-Nya. Tetapi Ru’yatullah hakiki yang menjadi tambahan kenikmatan, hanya bisa dirasakan oleh orang mukmin setelah mereka masuk kedalam surga.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



